TEPAT TEMPAT DAN TEPAT WAKTU era 75an

Oleh : Jaya di Kusumah, S.Ds – Desainer Produk

393377_2245330861044_157108552_n

“The only important thing about design is how it relates to people”.

“ Satu-satunya hal yang penting tentang desain adalah bagaimana kaitannya dengan orang-orang”.

Victor Papanek ( 1923 — January 14, 1998 ) Desainer Produk .-

Kalimat diatas tepat untuk mengungkapkan bagaimana penerimaan “masyarakat” akan sebuah kendaraan model KBNS (Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna) yang dibutuhkan saat itu dalam rangka menunjang perkembangan pembangunan ekonom saat itu secara merata baik dikota maupun di daerah dalam mengangkut komoditi dan efeknya ( manusia, peralatan penunjang ).

253140_10150200544600822_1000711_n

Produsen mobil jepang Toyota menangkap “ceruk pasar” Indonesia besar di tahun 70an. Jadi bukan semata-mata kebijakan politik tentang transportasi berbasis lokal.

Adalah kejelian pihak produsen dalam rangka memenuhi ceruk pasar dalam waktu yang relatif singkat melalui pemberdayaan dan optimalisasi teknologi yang sudah dikuasi oleh lokal sebab bagaimanapun investasi harus segera tercover dan pelan-pelan nanangguk untung makanya antara kebutuhan dan kesiapan men “supply” harus gayung bersambut tanpa boleh selisih sedikitpun (tidak akan menjadi artinya tatkala supply terlambat; antara beralih atau sudah tidak trend). Tentunya bukan tanpa penelitian dan kajian.

Kijang kotak lahir dengan desain yang simple ( baca : sederhana ) secara tampak luar yang serba sudut dan tekuk bahkan pada sudut tumpul ( ujung engine hood) pertemuannya dilakukan dengan plat lembaran yang dilengkungkan dan di las spot ( titik ) pada ujung-ujungnya sehingga tidak ada proses bumping inner dan outer part. Dengan melihat part yang serba tekuk dan join tampak seperti “murah” dan mudah asemblingnya. Belum lagi pada interior sangat minimalis dan fungsional baik pada dashboard (berupa besi pipa yang di bending serta diberi alas plat lembaran dengan las spot) serta rumah odometer serba baut (untuk service) termasuk juga pada general part ( regulator kaca, bukaan pintu ). Lebih detail secara bertahap mulai ada pengembangan seperti door opening handel (sebelumnya tidak ada) , regulator kaca (sebelumnya pakai plastik gulung), hings sudah rapih didalam ( sebelumnya diluar ).

Yang penting diperhatikan adalah dalam konsep manufaktur (membuat satu jenis produk dalam jumlah banyak ) dilakukan dengan konsep “ carry over part” ( penggunaan part yang sama untuk obyek yang berbeda ) dan common part “ (kesamaan spesifikasi part)sehingga menjadi “multi part” atau satu untuk semua sehingga dari jumlah komponen dan part bisa relatif BOM (Bill Of Material) nya yang otomatis production preparation lebih pendek perjalanannya akibatnya secara biaya relatif

tidak besar bahkan sampai eksport ke mana-mana (Malaysia, Thailand dan Philipina )

Demikian pula pada body part variant, untuk menjangkau kebutuhan yang berbeda dengan satu jenis model dibuat tiga variant ( Pick Up, Cargo dan penumpang ) tetapi dengan basis (chassis) yang sama yaitu cabin unit (chassis terbuka ) untuk pasca produksi dari pabrikan sedemikian konsumen dapat membeli sesuai dengan kebutuhan dan harga yang sesuai tentunya. Konsumen dapat membuat sendiri rumah mobil (karoseri) sesuai keinginan baik fungsi maupun bentuk. Itulah yang terjadi pada kijang kotak saat ini yaitu BANYAK MODEL TAPI SATU NAMANYA KIJANG KOTAK. Ditambah saat itu era 70an s/d 90an belum ada kepastian standar karoseri baik dari sisi model maupun teknis ( penambahan rear over hang, penempatan dan ukuran pintu serta peletakan interior serta penunjang keselamatan produk ).

946933_256306077831632_1615727340_n

Hari itu dan ditahun itu merupakan eforia otomotif untuk model mobil menumpang (walau untuk kendaraan niaga pick up dan cargo lebih banyak penjualannya ). Istilah sekarang “trending topic” disaat semua orang masih berupa mimpi mempunyai sedan yang secara kapasitas dan harga tidak terjangkau tiba-tiba muncul sebuah kendaraan yang sesuai typical manusia Indonesia ( bapak,ibu, anak, nenek, kakek, oom, tante plus barang bisa dibawa) apa yang kenal dengan istilah minibus. Sehingga ada banyak jenis pick up dan cargo diluar dugaan beralih fungsi menjadi mobil penumpang ( perhatikan BPKB dan STNK pada model atau jenis yang dituliskan serta pada bagian dalam mobil masih tampak garis atau potongan/ditambah body untuk dijadikan mobil menumpang ) Artinya karena keterbatasan chassis peruntukkan maka dialih fungsikan. Hal demikian semata-mata kebutuhan fungsi mengalahkan model.

Terlepas dari program marketing dan kemampuan teknologi saat itu yang jelas adalah keterbutuhan terpenuhi tetapi yang menarik adalah justru kesederhaan desain mendekatkan antara mobil dengan pemiliknya secara emosional yang terbentuk. Tidak mengherankan bila kesempatan tahun ’76 s/d 86 (era kijang kotak generasi I dan II) tidak akan pernah terulang dan Toyota juga tidak pernah lagi berani mengulangi ( karena ada faktor spekulasi ) moment seperti ini.

Sungguh beruntung bagi para pemilik Kijang Kotak era ’76 s/d ’86 karena mempunyai/menyimpan “icon” jenis mobil yang sempat meramaikan dunia otomotif sekaligus menjadi titik awal perkembangan jenis kendaraan penumpang banyak di Indonesia. Karena sejak itu semua produsen mobil apapun mereknya selalu akan menggarap pasar Indonesia dengan variant mobil penumpang dengan pasaitas yang lebih dari empat penumpang

Disamping itu mobil Kijang kotak banyak detail yang sudah tidak digunakan lagi pada era manufaktur mobil saat ini ( seperti bumping hamming inner dan outer part, spot welding pada corner join); disatu sisi lain walau sudah lebih dari 36 tahun tidak diproduksi unit kendaraan barunya tetapi komponennya dan part (general part, electric part, mechanical part, plastic part) masih banyak ditoko onderdil tersedia barang barunya ! walau sudah tidak diproduksi secara OEM ( Original Equiupment Manufacture) apakah buatan Jepang, Taiwan, Indonesia tidak menjadi masalah dan satu faktor lagi harganya relatif terjangkau. Hal demikian menjadi favourite bagi banyak kalangan terutama para Toko Material dan pengusaha odong2 sekalipun. Sungguh menjadi unik dan kekhasan.
21119_248616115267295_1929006248_n
Odong-Odong Model
533868_10150743827360822_1718974491_n

http://www.esaunggul.ac.id/

http://www.esaunggul.ac.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>