BELAJAR DARI KIJANG KOTAK

mobnas

Oleh : Jaya di Kusumah, S.Ds.

Pada kesempatan wacana mobil nasional dikemukakan hampir selalu semua orang membicarakan akhir dari produk mobil dimaksud atau bahasa populernya ‘tampang’ atau bentuk luar. Padahal jauh kebelakang untuk membuat sebuah mobil justru yang menarik adalah proses eksekusinya, dimana semua pemikiran, semua mata, semua tenaga, semua keahlian dipertemukan dalam satu kesepakatan yaitu etiket untuk melaksanakan hingga jadi.

Bayangkan bila para enjinir berbicara hanya mengedepankan keahliannya saja; contoh seorang enjinir mesin hanya bicara kecepatan saja maka dimana posisi orang yang mengendalikan kendaraan mobil karena mesin yang begitu besar dengan segala kelengkapannya? Contoh lain seorang desainer hanya bicara nyamannya pengendara mobil maka dimana posisi penumpang lain ? Nah ini konfliknya baru dua keilmuan padahal lebih dari sepuluh spesialis keilmuan yang terlibat dalam sebuah desain kendaraan mobil.

Belum termasuk hal pendukung lainnya (pemasok perlengkapan). Tidak ada boleh kesalahan sekecil apapun tatkala sebuah kendaraan mobil ( atau apapun) di produksi. Selain per 1 centimeter raw material dihitung juga faktor kesalahan dan pengulangan berakibat menjadi biaya tambahan pada harga jual mobil.

Hakekatnya prinsip sebuah kendaraan (vehicle) adalah membantu perpindahan barang dan orang dari satu tempat ke tempat lain sesuai tujuan. Kalau hakekat tersebut tidak terlakasana maka gagal sebagai kendaraan (vehicle). Sehingga faktor keamanan dan keselamatan menjadi kata kunci dari sebuah desain kendaraan baik pengendara maupun lingkungan kendaraan itu sendiri.

Pada perkembangannya faktor keamanan dan keselamatan seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan manusia sesuai dengan tataran permasalahan berkendara dalam mengantisipasi faktor relatif hambatan yang berakibat mencelakakan diri maupun orang lain.

Disini tidak membahas evolusi sebuah kendaraan dibuat tetapi faktor hakekat yang sejak adanya kendaraan (bermesin atau tidak bermesin) yang terus menjadi standart pemenuhan atau syarat dan ketentuan sebuah kendaraan.

Prinsip-prinsip sebuah kendaraan Kijang Kotak secara tehnis melaksanakan dengan lengkap dan sempurna baik pada BOM (Bill Of Material) seperti : press part, general part, engine part, plastic componen part, electric part dibuat secara seksama dan sesuai dengan syarat dan ketentuan sebuah kendaraan sebagaimana mestinya. Yang menjadi perhatian adalah sistem manufaktur

Bentuk yang sederhana pada kijang kotak bukan berarti mengenyampingkan faktor spesfikasi sebuah desain otomotif seperti chassis, inner dan outer part dengan finishing spot welding, desain pilar A dan B yang dibuat profil bending sesuai struktur hambatan dan antisipasi crash, engine hood dengan frame cross sebagai support efek lengkung liar bidang datar (irregulat motion) atau Lekukan penguat (notching mark) pada bidang datar panjang sebagai upaya kelayakan sebuah desain mobil agar memang harus rigid (kaku tetapi lentur) untuk menghadapi berbagai model contour dalam pergerakannya. Begitu juga pada side body diberikan profil garis embose (lekukan) untuk mendapatkan garis lurus kaku.

Sedikit bahasan detail adalah menunjukkan sisi prinsip yang harus dipenuhi dari sebuah kendaraan mobil (vehicle) telah dilaksanakan. Artinya bahwa harus selalu mengutamakan prinsip keselamatan dan keamanan baik kendaraan maupun pengendaranya serta faktor dampak dan lingkungannya menjadi faktor kelas A atau utama selanjutnya setelah pemenuhan dilaksanakan/diterapkan maka faktor manufaktur yang imlementasinya adalah kelengkapan dan keterpakainnya komponen dalam istilah body docking baik secara planning ( Drawing) maupun dalam secara aplikasi dijalur produksi yang berikutnya menjadi perhatian; apakah bisa dilaksanakan untuk diproduksi secara mass production preparation hingga ke assemblingnya yang mempertemukan berbagai bahan dasar besi, plastik, karet, kain agar maching dengan baik serta bertemu tanpa masalah.

Kajian dibuat secara makro dan populer agar dapat dipahami secara kasat pikiran sehingga dapat memahami sebuah kendaraan mobil dibuat.

Konteksnya pada desain Kijang Kotak menjadi pembelajaran yang efektif dimana menjadi datum (fakta) pada hal yang telah dan akan dilakukan kemudian untuk lebih baiknya suatu produk atau yang sering disebut dengan Kaizen oleh para pegiat manufaktur kendaraan mobil khususnya.

Bagian under body menjadi spesifikasi yang buta tetapi sangat diandalkan artinya sesuatu yang tidak pernah dilihat lagi sejak keluar pabrik tetapi justru menanggung masalah dari semua beban kendaraan mobil begitu juga faktor mekanikal serta elektrikal.

Sebuah cita-cita tidak cukup dengan niat dan sejumlah uang tetapi juga perlu ditunjang dengan kemampuan keilmuan yang memadai sehingga tidak terputus ditngah jalan pekerjaan disamping napas yang cukup panjang ( ketahanan dan ketangguhan ) untuk ter realisasi nya rencana. Hal ini juga tidak terlepas peran pemerintah atau good will untuk mau memproteksi keberlangsungan rencana mobil nasional dikarenakan sebuah project capital dengan investasi besar tetapi dengan keuntungan yang dicapai dalam waktu panjang sehingga proteksi inkubasi amat dibutuhkan.

Kijang Kotak satu diantara model pembelajaran mahal untuk memulai dengan hal yang paling sederhana dan paling mungkin bisa dan segera dilaksanakan dengan porsi yang terbatas dan kita tidak usah malu mencontek yang benar ( kadang mencontek yang benar pun belum bisa) mulai dengan sesuatu yang kecil karena industri kendaraan mobil Jepangpun awalnya dari sebuah kendaraan mobil yang aplikatif dan konfiguratif ( adopsi, modifikasi, diversiikasi, alternatifisasi, tumpang invalid). Memang industri kendaraan mobil sudah akan menginjak 50 tahun di Indonesia tetapi pertanyaan besarnya apa yang sudah bisa kita kerjakan sendiri dan mandiri oleh tenaga ahli Indonesia ? kalau tenaga ahli berpengalaman mungkin sudah 2 angkatan yang pensiun tetapi yang dibutuhkan kemampuan lokal .
kijang_Monster_Truck_Jam

http://www.esaunggul.ac.id/

One thought on “BELAJAR DARI KIJANG KOTAK

Leave a Reply to Joe Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>